Kanker Paru-Paru, Sulit Terdeteksi dan Cepat Menyebar
Kanker paru-paru kembali menjadi topik hangat pemberitaan setelah beberapa waktu lalu tersiar kabar Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih mengundurkan diri dari jabatannya karena digerogoti penyakit tersebut yang sudah masuk stadium 4.
Penyakit kanker paru-paru seperti kanker lainnya, merupakan hasil dari suatu kelainan sel. Biasanya, tubuh mempertahankan sistem checks and balances pada pertumbuhan sel, sehingga sel membelah untuk menghasilkan sel-sel baru yang diperlukan.
Gangguan terhadap sistem keseimbangan pertumbuhan sel tidak terkendali dan akhirnya membentuk suatu massa yang dikenal sebagai tumor.
Tumor ganas atau yang sering dikenal dengan istilah kanker, di sisi lain tumbuh secara agresif dan menyerang jaringan-jaringan tubuh lain, sehingga sel-sel tumor masuk ke dalam aliran darah atau sistem limfatik dan kemudian ke bagian dalam tubuh. Proses penyebaran ini disebut metastasis.
Nah, jika dibiarkan pertumbuhan yang abnormal ini dapat menyebar ke organ lain, baik yang dekat dengan paru maupun yang jauh misalnya tulang, hati, atau otak.
Dr Ari Fahrial Syam SpPD, Dokter spesialis penyakit dalam FKUI/RSCM menjelaskan penyakit dapat dideteksi sebelum ada keluhan. Dalam kasus kanker, misalnya, kalau sudah ada keluhan, misalnya, batuk berdarah, nyeri dada atau sesak nafas, besar kemungkinan kanker itu sudah dalam taraf lanjut.
"Di sinilah pentingnya seseorang melakukan medical check up. Karena dengan pemeriksaan berkala, seseorang akan mendekteksi penyakitnya secara dini," jelas Ari.
Ari menambahkan, kanker dalam tubuh tidak dengan tiba-tiba hadir dalam ukuran besar. Pertumbuhannya pasti melalui sebuah proses, dari kecil berkembang menjadi besar.
Seperti pada kasus Menkes, kanker itu belum terdeteksi dalam pemeriksaan kesehatan seleksi calon menteri Oktober 2009. Seiring dengan waktu, penyakit itu muncul hingga kemudian terdeteksi.
Sementara itu, dilansir dari Medicinenet, menurut Jay W Marks MD tumor paru yang berubah menjadi ganas disebut kanker saat mulai menyerang jaringan lain sel maupun organ tubuh, memungkinkan masuknya sel-sel tumor ke dalam aliran darah atau sistim limfatik dan kemudian ke situs lain dalam tubuh.
"Prosesnya disebut metastatis sejak awal terbentuk. Sehingga menjadi salah satu jenis kanker yang paling sulit diobati dan cepat menyebar ke bagian tubuh lain terutama kelenjar adrenal, hati, otak, dan tulang, " kata Marks.
Pengidap kanker, menurut sebuah penelitian paling banyak terjadi pada usia lanjut, di atas 65 tahun sebanyak 70%. Sementara, hanya 30% penderita kanker paru-paru berusia di bawah 45 tahun.