Inilah Gejala Umum Penyakit Kanker Paru-Paru

Inilah Gejala Umum Penyakit Kanker Paru-Paru

Penyakit kanker paru-paru umumnya menyerang orang-orang yang suka mengkonsumsi rokok. Rokok masih mendominasi penyebab utama kanker paru, baik untuk perokok aktif ataupun perokok pasif. Sedangkan penyebab lainnya kontaminasi udara sekitar oleh zat asbes, polusi udara oleh asap kendaraan ataupun pembakaran termasuk asap rokok.

Orang kerap mengaitkan penyakit ini dengan kebiasaan merokok baik aktif maupun pasif. Namun, dokter Atul Gawande dari Brigham and Women’s Hospital, Boston, Amerika Serikat, dalam artikelnya di The New Yorker, 2 Agustus 2010 mengatakan, lebih dari 15% kanker paru menimpa pasien non-perokok.

Kanker paru-paru memang sering tidak menunjukkan gejala apapun yang terlihat dari luar jika pertumbuhan sel belum parah. Sebanyak 25% dari penderita kanker paru-paru, diketahui gejalanya setelah mereka rutin melakukan sinar X di dada atau CT scan. Jika terbukti ada kanker paru maka akan tampak bulatan kecil seperti koin.

Jika kanker telah menyerang saraf, misalnya, dapat menimbulkan nyeri bahu yang bergerak di bagian luar lengan (disebut Pancoast sindrome) atau kelumpuhan pita suara menyebabkan suara serak.

Invasi kerongkongan dapat menyebabkan kesulitan menelan (disfagia). Jika napas terhambat, menyebabkan infeksi (abses, radang paru-paru) di daerah yang terhambat.

Sementara itu, gejala yang terkait dengan metastasis, kanker paru-paru yang telah menyebar ke tulang dapat memproduksi rasa sakit luar biasa di tulang.

Sedangkan kanker yang telah menyebar ke otak dapat menyebabkan sejumlah gejala neurologis seperti penglihatan kabur, sakit kepala, kejang, atau gejala stroke seperti kelemahan atau hilangnya sensasi di bagian tubuh.

Penderita kanker paru-paru biasanya diobati dengan kemoterapi dan kombinasi beberapa obat yang fokus mengendalikan mutasi gen. Namun, pada pasien kanker tahap lanjut, tidak ada obat yang betul-betul efektif.

Penggunaan obat hanya memperpanjang usia harapan hidup pasien. Seperti kanker lainnya, mungkin akan ditentukan terapi pencabutan atau kanker atau paliatif (tindakan yang tidak dapat mengobati kanker tetapi dapat mengurangi rasa sakit dan penderitaan pasien.

Deteksi kanker secara dini sangat menguntungkan. Sebab, semakin cepat kanker ditemukan dan diterapi, semakin besar peluang kesembuhannya.

Sebaliknya, jika deteksi kanker paru-paru dilakukan setelah ada keluhan, sangat mungkin kanker itu sudah berkembang ke stadium lanjut. Pada kondisi ini, selain lebih sulit dilakukan upaya pengobatan juga menjadi jauh lebih mahal.